Cari Blog Ini

Memuat...

Entri Populer

23 Februari 2012

Tips Safety Riding untuk Motor

Jakarta - Angka kecelakaan bermotor khususnya sepeda motor merupakan salah satu penyumbang angka kecelakaan tertinggi. Salah satu cara menguranginya adalah dengan menerapkan safety riding."Itu sudah pasti, karena berkendara yang baik dengan mengusung safety riding sangat penting," ucap Agung Surya, Chief Instructor PT Astra Honda Motor yang merupakan lulusan Rainbow Saitama Japan.Agung pun kemudian menguraikan cara safety riding saat pertama kali berkendara."Ini sebenarnya sangat sederhana tapi terkadang para pengendara lalai dengan hal ini. Dan di sini kami menekankan hal ini agar bisa diterapkan kepada dirinya sendiri atau bisa ditularkan kepada yang lain," tambahnya.Berikut tahapan-tahapannya:1. Jika sepeda motor disandarkan oleh standar pinggir (standar miring), janganlah duduk terlebih dahulu melainkan bebaskan terlebih standar miring terlebih dahulu dengan menggunakan kaki kiri.2. Bila kendaraan anda distandar dua, untuk melepaskannya gunakanlah kaki kiri untuk membebaskannya.3. Setelah anda telah siap mengemudi, pastikan keadaan di sebelah kanan anda aman dengan menolehkan kepala kesisi kanan kebelakang, setelah aman barulah anda bisa mulai mengendarai motor anda.4. Di saat Anda melakukan perjalanan maka pastikan empat jari kanan dan kiri Anda telah berada dituas rem depan dan kopling (jika terdapat kopling).5. Di saat anda ingin melakukan pemberhentian utamakanlah rem depan di saat anda ingin menghentikan kendaraan, karena beban berat anda akan berada di depan dan ini membuat anda lebih cepat berhenti.Cara melakukan pengereman depan yang baik adalah dengan meremas secara perlahan yang diawali jari kelingking dan diakhiri jari telunjuk, tidak dengan menekan secara bersamaan.6. Namun anda juga tidak lupa untuk menggunakan rem belakang dalam melakukan pemberhentian. Akan tetapi rem ini dipergunakan hanya sebagai penyeimbang rem depan saja agar tidak terjatuh.7. Setelah kendaraan sudah mulai berhenti barulah anda menarik kopling dengan cara meremasnya pula. Hal ini pun bertujuan agar mesin kendaraan tidak mati.8. Selanjutnya apabila kendaraan sudah ingin berhenti, maka siapkan kaki kiri anda untuk menjadi pijakan anda. Dan setelah itu barulah anda melakukan pergantian ke transmisi rendah.9.Setelah transmisi sudah di posisi rendah maka lihatlah kembali ke kanan untuk memastikan tidak ada kendaraan yang ingin melintas, baru setelah itu melanjutkan perjalanan.10. Dan taati lah peraturan lalu intas yang ada.

23 April 2009

Modifikasi Keren



Banyak di antara kita yang suka modifikasi motor (modif), namun banyak pula yang tidak. Rata-rata yang mengaku suka malah menjadikan hobi. Bahkan banyak pula yang akhirnya jadi maniak modif.

Sebaliknya, yang tidak senang modif menganggap modif berbahaya dan menimbulkan biaya lebih (boros). Nyatanya, hampir-hampir semua motor sudah mengalami modifikasi sedikit atau banyak.

Mungkin orang tidak menyadari telah melakukan modif karena tampilan motor masih standar. Padahal sejumlah item telah mengalami perubahan. Ganti busi yang lebih kuat, ganti stang yang lebih nyaman, ganti model lampu yang lebih cakep dan terang adalah modif sederhana.

Karena itu, yang penting dari modifikasi adalah tujuan dan fungsinya. Tujuan modifikasi yang baik adalah meningkatkan kinerja dan tampilan motor sehingga lebih aman, nyaman, cepat, dan gaya.

Lebih aman karena modifikasi yang baik akan menggunakan alat yang biasanya after market atau limbah copotan motor import yang kualitasnya lebih baik. Lebih cepat karena dengan modifikasi, baik kapasitas mesin bisa dimaksimalkan, atau kemampuan pengendalian (handling) lebih dioptimalkan.

Nah, terutama ini: lebih gaya. Dengan modif, tampilan stnadar ga lagi culun. Perpaduan berbagai asesori maupun piranti body, ajrutan, cat, dsb, bisa membuat motor benar-benar menarik: lebih macho atau manis, tergantung selera.

Tentu saja modif butuh biaya. Tapi seperti slogan lama “there is something money can’t buy”. Kepuasan adalah segalanya….

So, kata kuncinya adalah modif ringan, sedang, berat, dan ekstrem. Tinggal pilih sesuai selera dan kantong.
Siapa yang tidak kepincut dengan motor modif ala MV Agusta F4+Yamaha R1 di edisi ini? Jika Anda tertarik modif, mulailah sekarang. Tapi awas, sekali mencoba takkan berakhir sampai motor dijual.
Silahkan mencoba

Contoh modifikasi edisi ini:

Model : MV Agusta F4+Yamaha R1
Aliran : Sport
Motor : Tiger 2000
Sok depan : Up-side down eks Cagiva Mito
Swingarm : Honda CBR400
Disk depan: Yamaha TZR125
Pelek dpn : Yamaha TZR125, 2,75-17
Pelek blkg : Yamaha TZR125, 3,50-17
Ban : Battlax, 100/80-17, 130/70-17
Footstep : Kawasaki Ninja
Knalpot : Karbon
Properti : Abrar Fitra

soda untuk mengusir jamur kaca

MINUMAN soft drink yang bersoda ternyata tidak hanya nikmat diminum saat haus, namun berguna juga mengusir jamur kaca. Hasilnya tak kalah dengan cairan kimia pembersih jamur kaca. Berikut ini cara yang dapat ditempuh :

  • Siapkan kain poles halus, kain lap dan minuman bersoda merek apa saja dalam kemasan kaleng atau botol yang banyak beredar di pasaran.
  • Parkir kendaraan di tempat yang terlindung dari matahari. Pastikan mobil mendapatkan cukup cahaya agar jamur yang akan dibersihkan tampak jelas.
  • Bersihkan terlebih dahulu kaca mobil dari partikel-partikel debu yang menempel dengan kemoceng.
  • Kemudian basahi kain lap dengan minuman bersoda yang telah disiapkan. Gosokkan ke bagian kaca yang berjamur dengan gerakan memutar dengan sedikit tekanan.
  • Ulangi langkah no.4 sampai jamur kaca benar-benar hilang.
  • Setelah itu bersihkan dengan kain poles halus sampai kering dan bersih.
  • Jika noda tetap membandel bersihkanlah dengan bantuan sikat gigi yang berbulu lembut.
  • Langkah terakhir bersihkan dengan air bersih dan lap sampai kering sehingga tampak bersih.

30 Maret 2009

Modif Murah


Di sini saya sekedar sharing pengalaman modif amatir “terbesar” saya. Dibilang terbesar karena baru kali ini modif yang sampe menghabiskan biaya lebih dari 1-2 juta (karena biasanya cuman beli di toko, jadi murah) dan memakan waktu yang tidak sebentar (3 minggu man….., tapi klo ukuran modif segitu sebentar ya?).

modifwallpaper.jpgAwalnya saya sempat bingung memikir kan konsep modif yang bagus, bermanfaat, dan dengan biaya sedikit, akhirnya saya putuskan membagi cara modifnya menjadi 3 phase(karena duit pas2an :-p), dan ini lah phase pertama.

Awal konsep modif saya dimulai dari belakang, tentu saja mengganti shock tipe double menjadi mono, dan main sedikit body kit. Setelah berkonsultasi dengan Mas Ilham (yang bales emailnya juga lama….:D), jadilah memakai GSX atau CBR untuk kaki belakangnya. Dipilih kaki2 limbah karena dengan pertimbangan lebih kekar, kuat, dan tentu saja lebih manis.

Langsung malamnya saya kontek empu rumah modif di daerah bekasi, ya Insan Motor. Setelah ngobrol ngalor-ngidul, jadilah memakai kaki limbah GSX(tentu dengan pertimbangan biaya dan kenyamanan, ini penting loh ya…!!!).

Akhirnya kita menset jadwal untuk ketemuan. Ternyata Iyus(ini yang punya Insan Motor) kebetulan ikut pameran modif di Otobursa Tumplek Blek-Senayan, 12 Mei lalu.

orangnyasar.jpg

Ya sudah, jadilah kita serah terima motor di sana (saya dipinjemin motor loh). Motor saya dioperasi selama 3 minggu. Set sana set sini, tadinya kita ingin ganti shock satria, eh ternyata lebih cocok dengan shock asli bawaan GSX. Cakram blakang, tadinya juga ingin memakai punya Zhong Guo (China), eh ternyata gak bagus. Si empu langsung pake bawaan GSX….. Si empu apa gak rugi neh??? Kan saya bayarnya pake harga cakram china…… huahuahuahua. Jadi lah tiger saya pake monoshock GSX. Mantepzzzzzzz… maknyusssss… puassss puassssssssssssss….

mylady.jpg

Lanjut, lalu dipasang body kit yang sudah saya pesan semenjak Desember kemaren (skalian masang gitu). Kata Iyus, ini model gabungan GSX plus R6 ditambah lampu sanex Husar untuk stop lampnya. Sekalian pasang lampu sein Ninja variasi nempel di kiri dan kanan.

Jujur saja, waktu sidak kemaren selasa tanggal 29 Mei, saya seneng liat body-nya. Tanpa ban dan arm saja sudah kelihatan nungging (lihat saja foto waktu sidak).

sidak.jpg

Setelah jadi hari Sabtu, saya jemput si Tiger. Alamak jang, tinggi bener Tiger gw sekarang. Ternyata benar-benar terlihat nungging, karena efek unitrack dan body kit plus joknya. Haaah….. jadi juga phase 1 dari konsep modif saya! Senang juga karena 3 minggu ternyata sangat lama(kangen ma motornya itu loh). Nah silaken dikasih comment. Soalnya saya juga masih belajar untuk modif, jadi saya open minded (juga open rekening, sapa tau ada yang mo nyumbang silaken sajaaah……)

Spek Modif

Komponen Baru:

* Arm GSX
* Cakram blakang set, GSX
* Shock GSX
* Body kit, GSX + R6 + Monster(klo gak salah kafemotor juga pernah ngasih liat foto hasil modif Insan Motor yang bodynya mirip ma punya saya)
* StopLamp Sanex Husar, dengan sein Ninja Variasi.
* Jok Model StreetFighter
* Modal : < 4.5 jeti (harga ini khusus buat saya, karena saya ngerawat motornya Iyus. huahuahuahuha)

Komponen Lama:

* Velg Sprint 17″ dengan Mizzle 100/80/17 F, dan Battlax BT45R 120/80/1
* Knalpot Nob1 Titanium Series
* Delta Box
* Setang jepit

Lain-Lain:

* Modifikator: Iyus, Insan Motor
* Alamat: Swatantra V no 50
* Jatiasih Bekasi (kalo mo cari inget ancer2 ini, cari plang Ki Kusumo, trus maju dikit nanti ada SPBU, nah jalan dikit lagi ada ruko2 kecil, nanti ada salon, tanya aja ma mbak2 dsitu, Iyus tempatnya dmana. soalnya gak ada plang),
* Kontak: 08129737900
* Tukang Foto: Saya sendiri, menggunakan kamera HP (kagak punya camdig) Nokia N73ME dengan flash ON dan picture night mode. Foto diambil sekitar jam setengah 8 malam tanggal 3 juni dengan keadaan awan tidak mendung.

26 Maret 2009

Tips Belanja Limbah (untuk Modif)

Ketika pertama kali belajar modifikasi, salah satu artikel favorit saya adalah Tips Belanja Limbah dari Motor Plus (M+) ini. Jadi ada baiknya kita share di blog ini demi pengetahuan bersama. Apalagi berisikan wawancara sejumlah modifikator yang sudah kita kenal reputasinya masing-masing. Ada yang perfeksionis, seadanya, mahal, murah, orisinil, hingga yang bisa utang alias kredit. Silahkan bertanya atau kasih komentar jika ada yang mengganjal.

Arah modif boleh terus berganti, tapi aplikasi kaki-kaki limbah moge nggak ada matinya. Sebut saja upside down eks Aprilia RS125 yang laris manis pasang di Tiger atau bebek. Katanya nggak keren kalau belum pasang ajrutan terbolak ini.

Tapi, perlu dipilih cermat. Maklum kadang terselip barang yang sudah tak layak pakai tapi masih dijual. Sah-sah saja rada cerewet ke penjual limbah soal kondisi barang. “Cari yang belum direkondisi karena lebih terjamin kualitasnya,” ujar Agus Djanuar from Kalika Design di Jl. Pasir Muncang, belakang SD 3 Pasir Muncang, Purwokerto.

Lihat tampilan fisik. Jangan pilih garpu yang bengkok batang asnya atau tabung sok penyot. Lanjut teliti kondisi as suspensi depan. “Idealnya wajib kering tanpa oli sok bocor dan lapisan kromnya mulus tanpa lecet,” ujar Endang Rahmat, tukang modif di Jl. Gunung Indah VI, No. 38, RT 02/03, Cirendeu, Ciputat, Tangerang.

articles_printing_v_311_pictures_11625_11625-w500.jpg

Meski tampilan sok sempurna, tapi kalau tetap ada lelehan oli, bisa dipastikan asalnya dari sil yang mengeras atau oblak. Solusinya gampang kok, tinggal ganti selama stok sil tersedia di pasaran.EK

Periksa kondisi roda limbah eks moge. Jangan cuma fokus soal tampilan fisik. Paling penting malah gimana kinerja pelek saat berputar. Kalau sekadar warna pelek kusam atau lecet sih eces, tinggal cat ulang.

“Gampang kok ngeceknya, pasang saja as roda ke pelek, terus putar, kalau sampai goyang mending pilih yang lain,” bilang Rudi Gunawan, bos Berkat Motor di Jl. Ciledug Raya, No. 1A, Kreo, Ciledug. Kalau cuma putaran pelek naik turun, bisa sembuh dengan dibalans ulang dengan timah balancer.

articles_printing_v_311_pictures_11626_11626-w500.jpg

“Sebaiknya sih ada perjanjian dengan yang jual, seumpama ada cacat dapat ditukar ulang,” timpal Agus Djanuar dari Puerto Rico, eh Purwokerto ding.

Mumpung lagi periksa pelek, sekalian tes fisik cakram. Prinsipnya sama dengan cek roda, putaran piringan mesti balans. Malah mesti lebih teliti, karena cakram nggak bisa dipres kalau sudah peyang.

Kalau sudah dicopot, cakram bisa diletakkan di kaca untuk memeriksa rata atau bengkoknya. “Tapi cakram jenis floating rada susah karena bakal terganjal rivet pengancing. Mending cari cakram sejenis terus putar di tiap sisinya. Kalau rata pasti bibir cakram nggak naik turun,” cocor Budi Udin Fakkar, juragan Jatayu Motorsport.

articles_printing_v_311_pictures_11627_11627-w500.jpg

Tapi urusan pilih kaliper dan master rem boleh dibilang untung-untungan. Sebab belum tentu tampang mulus jaminan minyak rem tak bocor. Mending bikin perjanjian boleh tukar ke pedagang limbah atau bisa ganti sil seumpama ada kebocoran.

Langsung pelototi permukaan lengan ayun, awas jangan beli swing-arm bekas benturan keras yang biasanya terjadi akibat kecelakaan. “Selain mengubah kelurusan, juga berpengaruh terhadap kekuatan,” jelas Budi Uddin.

articles_printing_v_311_pictures_11628_11628-w500.jpg

Untuk mendeteksi, Budi menyarankan pake cara ‘dikeker’ antara as lengan ayun dengan as roda. Kalau nggak lurus, berarti sudah cacat. “Jika rumah laher yang kebesaran bisa dibikin bos baru agar klop dengan as lengan ayun,” sambung Agus Djanuar.

Termasuk kondisi as-nya. “Kalau sudah retak, juga bahaya, mending minta tukar,” jelas Jacky, modifikator Obelix Extreme Motorcycle di Jl. Raya Condet, No. 5A, Jakarta Timur.

Untuk monosok, Budi lebih tegas karena usia suspensi sejak moge dipakai hingga dipretelin jadi limbah cukup panjang. Makanya perlu pertimbangan. “Lebih dari 5 tahun, mending jangan,” tegasnya.

Asumsinya, fungsi sil sudah tidak berperan maksimal dan rentan pada kebocoran, kelihatan di badan sok kok. Termasuk waspada terhadap monosok yang sudah disuntik, cirinya ada baut di badan sok pertanda ada lubang baru untuk nyuntik oli sok.

Sumber tulisan dari http://www.motorplus-online.com/articles.asp?id=5845

Mahir Teknik Pengereman oleh Darwin Holmstrom

Menggunakan rem pada motor jauh lebih “menantang” dibanding pada mobil. Pengendara motor kadang-kadang harus menggunakan kedua tangan dan kakinya secara bersamaan untuk menghentikan laju motornya. Secara bersamaan, dia menarik tuas kopling dengan tangan kiri, ngerem roda depan dengan tangan kanan, menurunkan gigi perseneling dengan kaki kiri, dan menginjak rem roda belakang dengan kaki kanan.

Rem depan lebih penting jika dibandingkan dengan rem belakang. Rata-rata sepeda motor mengandalkan rem depan 70-80 persen dari kemampuan perhentian (stopping power) kendaraan. Jenis motor dengan jarak sumbu roda (wheelbase) yang panjang (misalnya cruisers) lebih mengandalkan rem belakang dari kebayakan motor lainnya, namun tetap saja rem depan bekerja lebih keras daripada rem belakang.

Bertentangan dengan mitos yang beredar selama ini, sepeda motor tidak akan terjungkir balik ke depan jika pengendara mempergunakan rem depan dengan kuat. Pada sepeda motor modern, kita bisa saja “mengangkat” roda belakang saat ngerem roda depan (stunts/free style menyebutnya sebagai “stoppie”), tapi untuk itu perlu skill tersendiri. Jadi bukan hal yang gampang dan lazim, bukan? Perlu upaya sungguh-sungguh dan akan menghabiskan waktumu mencobanya.

Kita perlu melatih feeling terhadap kinerja rem motor, sehingga kita bisa menerapkan gaya pengereman yang sesuai dengan situasi yang terjadi. Kita tentunya tidak mau mengerem terlalu keras sehingga membuat ban motor terkunci dan merosot. Ini terutama untuk ban belakang, yang lebih mudah terkunci daripada roda depan. Apalagi jika roda belakang dilengkapi dengan paket rem cakram.
Roda yang terkunci berbahaya. Ketika roda kita slidding, traksi dan efisiensi pengeraman akan menurun drastis, sementara kemungkinan kita menabrak akan naik secara drastis pula.

Roda Terkunci
Jika roda belakang kita mulai mengunci, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi: Pertama adalah low side, jatuh dan slidding di jalan (terus menabrak). Atau kemungkinan kedua high side, yaitu sliding ke satu arah, kemudian jungkir balik ke arah yang lain. High side ini merupakan kejadian terburuk dalam sebuah kecelakaan sepeda motor. Terutama akan terjadi jika kita melepas rem (kembali) ketika terjadi slidding untuk mendapatkan kembali traksi roda terhadap jalan. Sebab akibatnya akan melemparkan motor dan pengendara ke arah yang berlawanan.

Teknik terbaik untuk roda terkunci (dan skidding) adalah : jangan sampai roda kita slip. Tapi, jika itu terjadi, yakni roda belakang slip, maka biarkan roda yang terlanjur terkunci sampai kita berhenti. Jaga pandangan ke depan, jangan ke bawah. Perkecualian: jika terjadi skid (slip) di permukaan yang kasar (misalnya gravel), mungkin kita bisa mendapatkan kembali traksi dengan secara bertahap melepas rem. Kata kuncinya adalah bertahap. Jika roda depan skid, lepaskan rem depan, kemudian rem lagi segera.

Roda Dua vs Roda Empat
Mengendarai roda dua akan melibatkan beberapa dinamika sasi (chassis dynamics), yang tidak kita alami pada kendaraan beroda empat. Daerah kontak yang kecil antara roda dengan permukaan jalan menyebabkan sepeda motor memiliki traksi yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan mobil.

Ditambah lagi, motor akan berada pada posisi miring pada saat membelok. Posisi ini membuat traksi lebih mengecil lagi. Banyak pembalap motor yang jatuh karena mereka mengerem pada saat posisi sepeda motor mereka miring di tikungan.Yang lebih rumit, ketika kita berakselerasi (nge-gas), deselerasi (nge-rem), kita sebenarnya memberi tekanan pada sasis sepeda motor dengan membuatnya bergerak-gerak, yang berarti memberi tekanan yang bervariasi ke roda. Pada akhirnya hal ini akan membuat traksi yang kita miliki juga berubah-ubah:

• Karena hukum-hukum fisika yang berlaku pada saat kita berkendara, ada baiknya jika seorang pemula atau pengendara biasa menyelesaikan proses pengereman sebelum membelok. Lakukan pengereman ketika posisi sepeda motor masih tegak, sebelum memiringkannya untuk membelok. Jika pengereman dilakukan saat posisi motor sudah dalam keadaan miring, kemungkinan untuk skid (slip) jauh lebih banyak, dibandingkan posisi tegak. Perlu diingat kembali, pada saat posisi miring, traksi yang kita miliki berkurang jauh.

• Jika kita berkendara terlalu cepat dan perlu mengurangi kecepatan di tikungan, teknik yang paling baik adalah “menegakkan” motor sesaat, melakukan pengereman, lalu balik lagi miring untuk berbelok. Tapi, ini perlu dialukan dengan cepat. Sebab, jika terlalu lama akibat kurang terlatih, kemungkinan besar kita akan “nyusruk” keluar jalan. Jadi, sebaiknya hindari gaya menikung dengan kecepatan tinggi.

Latihan Pengereman
Roda yang terkunci karena pengereman mendadak adalah situasi yang sangat berbahaya. Untuk membantu mengatasi situasi ini, berlatihlah berhenti mendadak di suatu area di mana tidak ada lalu lintas atau hambatan lain, misalnya di pelataran parkir (yang kosong tentu saja).

Hati-hatilah untuk tidak sampai roda terkunci. Ketika kita berkendara dengan posisi lurus, berlatihlah pengereman sampai sesaat sebelum roda terkunci. Pastikan bahwa kita masih punya banyak ruang di depan sehingga kita bisa mengurangi tekanan pada rem jika terjadi locking. Demikian pula kita masih punya ruang untuk berhenti dengan aman.

Ingat, mengerem sampai titik sesaat sebelum roda terkunci adalah untuk mengatasi jika terjadi kondisi darurat, bukan untuk menciptakan kondisi darurat itu sendiri.

Selama latihan ini, kemungkinan besar kita akan mengalami skid (slip), tapi jika kita bergerak lurus dan tidak panik, mestinya bisa diatasi. Jika panic dan jatuh, mestinya kita juga tidak akan terluka serius, dengan catatan kita mempergunakan safety wear yang baik dan dipergunakan dengan benar.

Latihan ini akan memberikan kepekaan pada kita mengenai batas-batas dalam pengereman pada kondisi darurat, yang akan membuat motor kita berhenti dengan cara yang paling efektif. Hanya jika kita sudah yakin dengan kemampuan kita membaca apa yang sedang terjadi pada roda-roda motor kita, kita dapat mencoba teknik pengereman ini di jalan umum.

Latihan Lanjutan
Meskipun sudah menjadi “jago” pengereman, kita tetap memerlukan latihan emergency stop secara konstan. Cari tempat yang tidak ada lalu lintas atau hambatan lain, dan coba untuk berhenti secepat mungkin.

Latihan pertama, berhenti hanya dengan menggunakan rem depan. Sesaat begitu kita merasakan roda depan terkunci, lepaskan rem. Begitu kita sudah mengetahui batas-batas rem depan kita, dan dapat secara insting menerapkan pengereman ini dengan cepat, mulailah untuk mencoba menambahkan sedikit pengereman pada roda belakang pada saat yang bersamaan dengan rem roda depan.

Harus diingat bahwa rem depan paling banyak berpengaruh dalam pengereman, sedangkan roda belakang lebih mudah terkunci. Jadi kita seharusnya memberikan tekanan yang berbeda antara rem belakang dibandingkan dengan rem depan.

Tips: Siaga Pengereman
Ketika berkendara di segala macam area berisiko tinggi (yang berarti hampir di semua tempat kita berkendara.), selalu pastikan menjaga rem depan dengan paling tidak dua buah jari tangan menempel di tuasnya. Artinya biasakan untuk selalu berkendara dengan dua jari tangan kanan pada tuas rem depan.

Juga, pastikan bahwa kaki kita selalu pada posisi siap menginjak rem belakang. Dengan tangan dan kaki pada posisi siap menghentikan kendaraan, kita akan memiliki sepersekian detik ekstra untuk berhenti dengan lebih cepat. Ini bisa berarti perbedaan antara hidup dan mati.

Kiat Menang Kontes Modifikasi

Memenangkan kontes modifikasi adalah salah satu cita-cita pemilik motor maupun modifikator yang serius mendandani motornya. Kemenangan tersebut bisa menggambarkan prestasi tertinggi sebuah modifikasi. Bisa mendatangkan kebanggaan alias pride. Paling tidak, kepuasan batin bisa diraih setelah dana, waktu, pikiran, dan tenaga telah tercurah selama ini.

Namun demikian, tidak mudah memenangkan sebuah kontes modifikasi. Dibutuhkan persiapan yang memadai atas tunggangan anda. Jika tidak, hasilnya akan jeblok. Di samping itu ada baiknya mengerti kriteria penilaian untuk sebuah konteks modifikasi yang profesional. Bagaimana itu?

Pada dasarnya semua konteks modifikasi mengenal 3 kriteria dalam melakukan penilaian alias penjurian. Tiga hal yang menjadi scoring juri adalah: Kategori, Ide, Eksekusi. Jika pada setiap kriteria anda memperoleh nilai tertinggi alias nilai maksimal, dapat dipastikan andalah jawaranya.

1) Kategori

Jika anda mendaftarkan motor modifikasi, perhatikan baik-baik kategori apa yang cocok (kecuali untuk memperebutkan best of the best atau kelas free for all). Kategori ini layaknya kamar mandi bagi anda. Tidak mungkin anda masuk kamar perempuan, jika anda laki-laki, dan sebaliknya. Jangan sampai motor modif yang sangar anda daftar di kategori kinclong. Bisa terdiskualifikasi dengan sendirinya. Anda bisa dianggap butuh belajar lagi atau minimal acuh tak acuh.

Untuk tiap-tiap kategori yang tersedia, sangat bergantung pada panitia penyelenggara. Ada kategori kelas (bebek dan motor sport), ada kategori tema (kinclong, ekstrim, ceper, dsb), ada juga kategori aliran (techno, old school, brutal, dsb). Jika populasi motor modif diperkirakan tidak banyak, maka kadang-kadang semua jenis kategori digabung. Namun makin optimis panitia akan jumlah peserta, maka makin banyak kategori yang disediakan.


2) Orisinalitas Ide

Dalam setiap modifikasi, gagasan baru sangat dihargai. Namanya orisinalitas gagasan. Artinya, modifikasi yang diajukan tidak basi, alias sudah banyak yang mengaplikasi. Orisinalitas ini bisa mengacu pada penggunaan barang baru yang masih jarang, atau teknik modifikasi yang baru, atau bisa juga model body maupun kaki-kaki yang baru.

Bagi yang sering mencoba gagasan baru ini, biaya modifikasi akan tinggi. Hal ini karena menyangkut trial and eror yang lumayan banyak untuk memperoleh aplikasi ide baru. Tidak jarang mengorbankan sejumlah barang modifikasi hanya untuk mendapatkan master modifikasi untuk model yang baru.

2) Eksekusi

Salah Satu komponen penilaian yang memiliki nilai tertinggi adalah eksekusi. Artinya meskipun kategori sudah benar (alias tidak salah kamar) atau ide orsinal (artinya tidak asal jiplak), namun apabila teknik, detil, komposisi modifikasinya masih ngawur, maka bisa dipastikan akan gagal memperoleh tempat terhormat.

Modifikasi adalah ajang pamer kemampuan menurunkan gagasan ke dalam praktek untuk menghasilkan produk yang cantik dan memukau. Karena itu menuntut kemampuan artistik dan teknik seorang modifikator. Kehati-hatian, kesungguhan, dan pengalaman adalah kunci agar eksekusi modifikasi benar-benar sesuai ide yang diharapkan dan hasilnya tidak mengecewakan. Seperti sebuah keris, makin halus tempaannya, makin memperjelas kualifikasi empunya. Demikian pula sebuah motor modif. Makin halus eksekusi dan makin detail pengolahannya, makin tinggi kualitasnya.


Jika tiga kriteria itu di atas telah terpenuhi, anda sudah boleh berharap menang dalams ebuah ajang kontes. Kalaupun gagal, paling tidak itu karena ada tiga faktor ini:

  • Lawan-lawan juga memenuhi kriteria yg sama sehingga kompetisi ketat untuk masuk 3 besar.
  • Juri tidak ”bener”, alias tidak paham kriteria atau main mata dengan peserta.
  • Apabila kompetisi/kontesnya sendiri untuk ajang dansa-dansi alias tidak profesional.

Selamat mencoba.

PS. Tnx a lot for my brother, Fandy Liong (Enkei) atas Jepretannya

Spesifikasi CB 100 super extrem weleh…weleh…

1.Upsidedown Cagiva Mito
2.Cakram depan Buell
3.Swingarm VFR kondom (MV Agusta style)
4. Monoshok sistem RC211V (Unit-Prolink)
5. Knalpot Ducati
6. Fairing GSX dengan lampu GSXR 750
7. Buntut CBR 1000 with brake lamp.
8. Tangki R6 fiber hidrolik plus aquarium
9. Cat ala CBR 1000 with glitter
10. Subframe kastem, bisa naik turun dengan remote control
11. Blok mesin bore-up 200cc
12. Footstep Yoshimura original
13. Rangkanya Aprilia RS 125 plus no rangka asli CB.
14. Master/kaliper rem Brembo 6 piston depan.
15. Footstep belakang sistem lipat

Total biaya modif 60jt. Prestasi Juara Kemon 2004